Home » , » Longsor dan Galodo Hantam Bayang Utara, 22 Keluarga Diungsikan

Longsor dan Galodo Hantam Bayang Utara, 22 Keluarga Diungsikan

Written By Andre Gustian on Kamis, 31 Januari 2013 | 09.09.00



BAYANG, serbaserbipessel.com--Galodo mulai beralih ke Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), setelah Kabupaten Agam, galodo yang terjadi di Kecamatan Bayang Utara, diawali hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam telah mengakibatkan tiga nagari di Kecamatan Bayang Utara di Kampung Limau Puruik terisolasi, 100 jiwa terpaksa diungsikan.

Saat ini tiga nagari terisolir dengan jumlah penduduk mencapai 3.000 jiwa di kecamatan Bayang Utara terancam kelaparan, karena badan jalan tertimpa longsor pada dua titik. Tepatnya di pendakian Olo dan pendakian Limau Puruik nagari Koto Ranah. Pada dua titik ini, timbunan material longsor mencapai panjang 50 meter dengan ketinggian 2 meter.

Menurut Camat Bayang Utara, Asril Pitir SH Pada wartawan, hujan yang terjadi sejak siang kemaren agak deras hingga malam tadi, dan mengakibatkan longsor di dua titik pukul 16.00 WIB.

Walau kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, tapi masyarakat di tiga nagari yakni nagari Koto Ranah, Limau Gadang dan Pancuang Taba menjadi terisolasi, katanya.

Saat ini kondisi jalan yang berada disepanjang tebing cukup labil dengan kemiringan diatas 45 derajat, sehingga menimbulkan longsor. Beruntung tidak ada warga yang melintas saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa, lanjutnya.

Bukan di Bayang Utara saja yang terjadi galodo, di Kampung Limau Puruik, tepatnya diseberang sungai Batang Bayang Sani nagari Koto Ranah. Akibat kejadian itu, bangunan PLTMH tertimbun disamping juga lahan pertanian warga.

"Warga dari kampung Limau Puruk sudah diungsikan ke kampung seberang untuk menghindari kalau ada bencana susulan. Sebab hingga saat ini hujan masih terus berlangsung," ungkapnya.

Di kampung Limau Puruik Nagari Koto Ranah sebanyak 22 kk atau 100 jiwa terpaksa diungsikan ke kampung seberang, sebab kampung itu terkena bencana galodo.

Dari 100 jiwa yang diungsikan itu 22 orang merupakan Balita. Sedangkan kerugian yang terjadi akibat bencana galodo di kampung itu cukup besar, sebab selain menimbun lahan pertanian puluhan hektar, bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minkro Hidro (PLTMH) juga rusak diterjang air bah, katanya.

Dijelaskan bahwa dua poeristiwa itu memang tidak menimbulkan korban jiwa, tapi dampaknya cukub besar bagi warga di tiga nagari. Sebab selain merusak lahan pertanian dan bangunan PLTMH, 3000 jiwa warga juga terisolasi.

"Hingga saat ini hujan masih terus turun di Kecamatan Bayang Utara hingga ke daerah bagian hulu sungai Batang Sani. Makanya kepada warga yang dipengungsian belum dibolehkan pulang ke rumahnya demi keselamatan. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, dengan harapan segera diturunkan alat berat disamping juga bantuan kepada warga dipengungsian," tuturnya.

Saat ini BPBD Pessel sudah menurunkan tim ke lokasi bencana di Kampung Limau Puruik Nagari Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara. Di Kampung Limau Puruk ada 100 jiwa yang mengungsi, sehingga tim yang turun selain membawa bantuan makanan juga tenda dan genset. Warga yang berada di seberang sungai batang bayang Sani itu diungsikan ke kampung seberang. Diantaranya juga ada balita, terangnnya.

Ditambahkanya lagi, penanganan longsor yang terjadi pada dua titik itu akan dialkukan secar cepat. Sebab kajadian itu membuat tiga nagari terisolasi dengan jumlah warga mencapai 3000 jiwa.

Dilaporkan : SIMON
Share this article :

ONLINE PHOTO

 
Support : backhtiar efendi | ANDRE GUSTIAN | tim redaksi Copyright © 2011. SERBA SERBI PESSEL - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger