Home » , , » Air Terjun Burai Burai Potensi Wisata Malalak nan Mempesona

Air Terjun Burai Burai Potensi Wisata Malalak nan Mempesona

Written By Andre Gustian on Selasa, 11 Desember 2012 | 15.28.00


Selasa, 11 Desember 2012 - 15:14:08 WIB
MALALAK, AGAM, --Kecamatan Malalak merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Agam yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan IV Koto.

Kecamatan ini adalah kecamatan termuda dari kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Kecamatan ini terdiri dari 4 nagari yakni Malalak Utara, Malalak Barat, Malalak Timur dan Malalak Selatan.

Sebagai kecamatan paling Bungsu yang dimekarkan Mai 2007 silam, masyarakat Malalak sempat trauma akibat musibah gempa yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 lalu, yang telah meluluhlantakkan perkampungan mereka.

Namun kini trauma tersebut seolah olah telah hilang dan masyarakat  berusaha kembali bangkit dari keterpurukan dan kehancuran yang telah melanda mereka. Dan, kini kecamatan yang baru berumur relatif muda itu telah mengalami kemajuan dan perkembangan signifikan.

Kecamatan malalak yang terletak diantara dua kaki Gunung yakni gunung Singgalang dan gunung Tandikek ternyata mempunyai beberapa potensi wisata yang cukup menjanjikan, diantaranya Air Terjun Si Burai-Burai dan Langkuik Barangin. Namun sangat disayangkan tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kedua air terjun yang berpotensi untuk dijadikan objek wisata.

Sumbaronline.com yang mencoba menelusuri keberadaan air terjun Si Burai Burai dan Langkuik Barangin bersama pemuda dan tokoh masyarakat setempat, ternyata memancarkan keindahan panorama tersendiri serta memberikan keindahan dan nuansa alam yang masih alami.

Kawasan air terjun ini memiliki panorama alam yang masih alami dan belum mendapat sentuhan dari pihak pemerintah maupun swasta. Karena keberadaannya terletak di dalam perbukitan yang melewati persawahan  warga dan perbukitan yang mempesona.

Air terjun Si Burai Burai dan Langkuik Barangin merupakan salah satu potensi wisata yang berada di Nagari Sungai Langsingan Kecamatan Malalak Barat Kabupaten Agam, tepatnya di Jorong Sawah Sawah. Sekitar lebih kurang 30 Km dari kota wisata Bukittinggi. Untuk mencapai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki dari perkampungan warga dengan menggunakan jalan setapak.

Seperti diungkapkan Utiah, pemuda setempat kepada www.sumbaronline.com dalam perjalanan menuju lokasi Si Burai burai, disebutkan, bahwa lokasi air terjun ini berada di dalam perbukitan yang dikelilingi bukit bukit dan persawahan warga. Untuk mencapai air terjun ini kita harus kuat berjalan kaki naik turun bukit serta melintasi arus sungai Si Burai burai karena jembatan penyeberangan sudah tidak ada lagi.

Bahkan dalam perjalanan lanjut Utiah, kita bisa menikmati indahnya alam pedesaan di perkampungan ini, karena letak air terjun berada dikawasan perbukitan yang masih perawan.

"Dan kawasan ini sangat cocok sekali untuk dijadikan potensi wisata terutama untuk kegiatan camping ground dan arus jeram disepanjang aliran sungai Burai burai," jelas Pemuda Sungai Langsingan ini.

Hal yang sama juga diucapkan tokoh masyarakat setempat Alusman dan Sutan Malikiwi. Mereka menjelaskan dimana di masa kepemimpinan Aristo Munandar selaku Bupati Agam, air terjun Burai Burai ini pernah dilirik investor dari pusat untuk dijadikan PLTA. Namun sangat disayangkan pada waktu itu terkendala dengan ganti rugi lahan antara masyarakat dengan investor, sehingga tidak ada kesepakatan yang dicapai pada waktu itu.

Air terjun Siburai Burai ini potensial untuk dijadikan objek wisata, karena keindahan serta panorama alam perbukitan yang mempesona. Apalagi dua air terjun dengan ketinggian yang berbeda ini dilatarbelakangi perbukitan yang asri dan airnya mengalir bersih dan bening, sehingga menjadi daya tarik tersendiri terhadap keindahan yang disuguhkan air terjun Si Burai burai dan Langkuik Barangin ini, pungkas Alusman.
Share this article :

ONLINE PHOTO

 
Support : backhtiar efendi | ANDRE GUSTIAN | tim redaksi Copyright © 2011. SERBA SERBI PESSEL - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger