
LIMAPULUH KOTA, SS_pessel--Derasnya hujan yang tak henti-henti melanda kabupeten Limapuluh Kota selama 2 hari terakhir, menyebabkan puluhan rumah warga di jorong Banjar Ranah, nagari Pangkalan, kecamatan Pangkalan, Kabupetn Limapuluh Kota terendam banjir akibat meluapnya sungai Batang Samo.
Meluapnya Sungai Batang Samo yang berhulu di kecamatan Bukit Basrisan itu, diperkirakan terjadi semenjak Selasa (29/1), sekitar pukul 05.30 Wib. Bahkan, ketinggian air sungai tersebut sempat merendam ruas jalan yang menghubungkan kecamatan Pangkalan dan kecamatan Kapur IX setinggi 50 meter. Dan mengakibatkan lalu lintas di jalan tersebut sempat terputus selama 3 jam serta pengendara harus berputar lebih jauh untuk menghindari genangan banjir tersebut.
“Akibat curah hujan yang sangat tinggi belakangan ini, bahkan tak henti-hentinya membasahi kabupaten Limapuluh Kota mengakibatkan sungai Batang Samo menjadi meluap ke pemukiman warga di sepanjang aliran sungai tersebut. Ketinggian air mencapai 1,5 meter,” ungkap Azril Tamin kepala BPBD Limapuluh Kota melalui Kabid Penanggulangan Bencana , Firman kepada Haluan.
Menurut warga setempat, meluapnya sungai Batang Samo sudah menjadi tradisi setiap lima tahun sekali yang merendam jorong Banjar Ranah. “Bencana ini sering terjadi setiap 5 tahun sekali. Dahulu pada tahun 2008 kejadian seperti ini sudah pernah terjadi. Begitupun 5 tahun sebelumnya,” kata Ujang (30) salah seorang warga setempat.
Akibat meluapnya sungai Batang Samo tersebut, 40 rumah warga terendam air setinggi 20 sampai 40 cm. Bahkan, 1 unit sekolah dasar ikut terendam dan aktifitas belajar mengajar di SD 03 Banjar Ranah terpaksa di liburkan.
Banjir yang datang secara tiba-tiba itu, ungkap Firman , tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi sekitar 40 rumah warga, 1 unit sekolah dasar dan 1 musholla terendam banjir setinggi 40 cm serta 2 warung harian milik warga yang tebuat dari kayu, dibawa arus sungai Batang Samo. Bahkan, kolam ikan milik wargapun direndam banjir.
Banjir yang terjadi sekitar 65 kilo meter dari pusat kabupaten Limapuluh Kota itu, sempat menghanyutkan 4 ekor hewan peliaraan milik warga. “2 ekor sapi dan 2 ekor kerbau mati akibat di bawa arus sungai,” tutur Firman.
Hingga kini, kata Firman, keadaan air sungai Batang Samo sudah kembali normal. Tetapi lumpur yang dibawa arus masih mengotori rumah warga. Untuk kerugian yang diakibatkan bencana tersebut, pihaknya belum bisa diketahui. (MDS)