Unand dan UNP Terima 3.714 Mahasiswa

PADANG
— Tahun ini, Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas
(Unand) akan menerima 3.714 mahasiswa. Ini khusus untuk jalur Seleksi
Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013. Belum termasuk dua
jalur lainnya, SNMPTN dan jalur mandiri yang secara total mencapai
10.286 orang
“SBMPTN itu sama dengan SNMPTN jalur tertulis tahun
lalu. Sekarang berdasarkan kesepakatan Majelis Rektor PTN se-Indonesia
dinamakan dengan SBMPTN,” terang Rektor UNP, Prof. Phill Yanuar Kiram
dalam jumpa pers, Rabu (1/5) di Padang.
UNP sendiri akan menerima
1.524 orang atau 30 persen dari total kuota penerimaan mahasiswa UNP
tahun ini sebanyak 5.080 orang. “Jumlah ini jauh berkurang dari tahun
lalu yang mencapai 8.000 orang karena kami memang akan fokus pada
peningkatan kualitas,” beber Pembantu Rektor I UNP yang juga Ketua
Panitia Lokal SBMPTN 2013, Prof. Agus Irianto.
Unand tahun ini lewat
jalur SBMPTN hanya menerima 2.190 orang. Jumlah tersebut merupakan 40
persen dari total penerimaan mahasiswa tahun ini yang mencapai 5.206
orang. “Tahun ini, kami hanya membuka dua jalur masuk ke Unand, SBMPTN
dan SNMPTN yang kuotanya mencapai 60 persen, sebanyak 3.016 orang. Tapi
ini nanti masih bisa berubah jika hasil ujian nanti tidak sesuai
harapan,” beber Pembantu Rektor I Unand yang juga Wakil Ketua Panlok
SBMPTN 2013, Prof. Febrin Anas Ismail.
Seperti disampaikan Yanuar
Kiram, tahun ini ada tiga jalur masuk ke PTN se-Indonesia, yakni SNMPTN
atau dulu dikenal sebagai jalur undangan. Kemudian SBMPTN atau dulu
dikenal jalur SNMPTN tulis dan terakhir jalur mandiri.
Khusus
mandiri, proses penerimaannya diatur sendiri universitas. “UNP lewat
jalur mandiri menerima sebanyak 1.016 orang, sedangkan jalur SNMPTN
sebanyak 2.540 orang atau 50 persen dari total kuota,” terang Agus
Irianto.
Artinya secara total Unand dan UNP akan menerima sebanyak 10.286 mahasiswa dari beberapa jalur tersebut.
Pendaftaran
Untuk SBMPTN, pendaftarannya dilakukan secara online pada website
http://sbmptn. or.id dengan terlebih dahulu melakukan pembayaran ke Bank
Mandiri. Biaya pendaftaran disesuaikan dengan kelompok ujian, saintek
(IPA), soshum (IPS), dan campuran (IPC).
Untuk saintek dan soshum
masing-masing Rp175 ribu, sedangkan campuran dengan biaya Rp200 ribu.
Bila memilih jurusan yang membutuhkan tes keterampilan seperti olahraga,
sendratasik, seni tari, seni musik, seni rupa atau desain, maka
masing-masing ujian dikenakan biaya Rp150 ribu lagi.
Pendaftaran
sudah dapat dilakukan sejak 13 Mei hingga 7 Juni mendatang. Ujian akan
berlangsung dua hari, 18-19 Juni 2013. “Ujiannya sama dengan tahun lalu,
yakni Tes Potensi Akademik dan Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU). Yang
membedakan kalau mengambil jurusan IPS tentu TKDU Soshum, IPA TKDU
Saintek, dan campuran dengan TKD Saintek dan soshum,” beber Agus lagi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saat mendaftar para
calon peserta SBMPTN sudah mengetahui lokasi ujiannya. Ini demi
menghindari mereka tersesat ke gedung lain ketika ujian. “Jadi sejak
jauh-jauh hari lokasi sudah ditentukan dan panitia sudah menyiapkan
dengan baik,” paparnya.
Baik Unand maupun UNP menegaskan, tidak ada
seorang pun yang dapat menjanjikan peserta akan lulus. Bila ada
pihak-pihak yang memberikan janji-janji tersebut, maka perlu diwaspadai
dan dapat dilaporkan kepada panitia lokal ini.
“Tak ada seorang pun
yang dapat meluluskan mereka, karena seleksi sangat ketat dan semuanya
dilakukan dengan sistem online,” tegas Yanuar.
Febrin pun menegaskan
hal senada. Malah untuk para mahasiswa yang menjadi joki, Unand sangat
tegas dengan mengeluarkan mereka dari kampus.
“Ini sudah terjadi pada empat mahasiswa kedokteran. Kami sudah mengeluarkan mereka,” tuturnya.