Home » , » Pendidikan Prioritas Generasi Cerdas

Pendidikan Prioritas Generasi Cerdas

Written By Andre Gustian on Jumat, 03 Mei 2013 | 16.05.00

Pendidikan Prioritas Generasi Cerdas
Oleh: Agusmardi


Tanggal 2 Mei 2013 seluruh Indonesia telah dirayakan Hari Pendidikan Nasional. Bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya telah bekumandang di seluruh kabupaten dan kota. Para pejabat pemerintahan, guru dan siswa pada pagi harinya melaksanakan upacara untuk mengingat hari besar Nasional ini.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tanggal 2 Mei merupakan tanggal lahir Ki Hajar Dewantoro, seorang tokoh pendidikan besar Indonesia yang telah berjasa mendirikan perguruan Taman Siswa yang sekaligus tonggak baru dalam kancah pendidikan di negeri kita yang tercinta. Untuk mengenang jasa-jasa Ki Hajar Dewantoro, maka tanggal kelahiran beliau, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Kalau kita berbicara pendidikan tentunya kita akan menyadari betapa penting dan mahalnya nilai pendidikan. Dan bagi umat Islam, pendidikan merupakan prioritas utama. Pendidikan sesungguhnya amanah Allah SWT kepada setiap orang tua, yang wajib dilaksanakan untuk anak-anaknya, sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Rasulullah SAW telah berwasiat dalam satu hadis beliau yang diriwayatkan oleh Imam Tarmizi. Orang-orang yang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada bersadaqah sebanyak satu sha'. Wasiat Rasulullah SAW tersebut menujukan secara jelas, bahwa orang tua mempunyai tugas dan kewajiban yang harus ditunaikannya, yakni mendidik atau memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

Orang tua yang menelantarkan atau membiarkan pendidikan anak-anaknya sehingga anak-anak itu menjadi pribadi yang tidak terpelajar, terlantar dan bodoh, maka sungguh berdosalah orang tua tersebut karena telah menyia-nyiakan amanat Allah SWT sekaligus meninggalkan generasi penerus yang lemah kondisinya.

Pendidikan sesungguhnya dapat digunakan sebagai tolak ukur perihal maju atau mundurnya suatu negara, tak terkecuali kabupaten dan kota sebagai indikator kinerja sang Bupati atau walikota. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai dan menyediakan pendidikan yang tinggi serta menyerap dan menerapkan ilmu pengetahuan yang juga tinggi bagi sekalian warga negaranya.

Pendidikan ini juga merupakan salah satu satu kunci bagi penjajah belanda untuk terus menerus menancapkan kuku kejam penjajahannya pada  bangsa Indonesia. Jika kita ingat, Belanda berusaha sekuat tenaga untuk mempersulit bagi warga negara Indonesia untuk mengenyam bangku pendidikan, sehingga tingkat pendidikan dan pengetahuan mayoritas rakyat Indonesia amat sangat rendah. Dengan demikian Belanda akan terus dapat menjajah dan menginjak-injak harga diri serta kehormatan Indonesia.

Lebih parah lagi, lemahnya kondisi pendidikan dan pengetahuan bangsa Indonesia dikala itu, sehingga bangkitnya kesadaran untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, yang dihembuskan oleh Ki Hajar Dewantoro merupakan seruan yang sangat berarti bagi kemajuan bangsa kita yang tercinta. 

Kita harus merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT, serta pula mengucapkan terimakasih kepada para pemimpin bangsa yang telah berusaha keras untuk memajukan pendidikan di negeri kita. Pendirian bangunan sekolah disetiap jenjang pendidikan hingga ke pelosok negeri di tanah air berikut berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah, semisal: Wajib Belajar sembilan tahun, program kejar paket A dan B, program beasiswa dan berbagai program pemerintah lainnya, hendaklah kita sambut dengan antusias dan perasaan syukur kehadirat Ilahi Rabbi.

Sekarang ini dapat kita temukan berbagai kemudahan untuk menuntut dan mencari ilmu bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali, mulai dari kota-kota besar hingga menjangkau ke pelosok negeri yang diadakan pemerintah. Bahkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu selalu juga dipikirkan oleh pemerintah melalui program beasiswa, agar jangan sampai ada ana-anak yang masih usia belajar tidak dapat bersekolah atau menuntut ilmu. Jika masih ada juga terdapat orang tua yang belum atau tidak menyekolahkan anak-anaknya dengan mengemukakan berbagai alasan, maka dapat dikakatakan kesadaran orang tua tersebut untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya masih rendah adanya.

Melaui momentum Hardiknas ini pemerintah mengharapkan peran orang tua murid serta guru untuk memajukan pendidikan putra-putrinya. Dengan adanya pendidikan yang memadai sehingga dapat melahirkan generasi baru yang cerdas dan terpelajar, maka hal itu merupakan modal yang sangat berharga demi kelangsungan pembangunan dan kemajuan bangsa dimasa mendatang.

Generasi baru yang lemah lagi rendah tingkat pendidikannya dan juga tidak punya pengetahuan yang memadai, hanya akan menyebabkan negara menjadi mundur. Mereka kelak bukan menjadi pelaku pembangunan aktif, namun hanya akan menjadi objek dari pihak lain yang akan memanfaatkan kebodohan yang mereka miliki. Bak pantun Minang, sipiciak-buah sipiciak dibungkuih jo daun jilatang, nan cadiak mangguliciak nan bodoh mambayia utang.

Sehubungan dengan peringatan Hardiknas tahun 2013 ini, marilah kita niatkan dan serukan pada diri kita sendiri untuk berperan aktiv dalam usaha mencerdaskan anggota keluarga kita masing-masing, sehingga jika masing-masing diri kita bersatu, maka akan terbentuk satu kesatuan bangsa yang cerdas, terpelajar serta berpengetahuan luas.

Sebagai masing-masing pribadi, hendaklah kita turut serta mensukseskan pembangunan yang tengah gencar-gencarnya dilaksanakan di negeri kita yang tercinta ini. Modal utama untuk itu adalah jika kita mempunyai ilmu, pengetahuan, keahlian serta keterampilan yang memadai yang kesemuanya tidak akan dimiliki jika tidak giat belajar, rajin menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu agama bagi kehidupan kita selanjutnya. Pesan Rasulullah melalui hadis beliau berikut ini: Barang siapa yang menghendaki kebahgian hidup di dunia, maka miliki ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kebahgian di dunia dan di akhirat, maka ia wajib memiliki ilmu. Selamat ber-hari pendidikan nasional, semoga ada hikmahnya.
Tanggal 2 Mei 2013 seluruh Indonesia telah dirayakan Hari Pendidikan Nasional. Bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya telah bekumandang di seluruh kabupaten dan kota. Para pejabat pemerintahan, guru dan siswa pada pagi harinya melaksanakan upacara untuk mengingat hari besar Nasional ini.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tanggal 2 Mei merupakan tanggal lahir Ki Hajar Dewantoro, seorang tokoh pendidikan besar Indonesia yang telah berjasa mendirikan perguruan Taman Siswa yang sekaligus tonggak baru dalam kancah pendidikan di negeri kita yang tercinta. Untuk mengenang jasa-jasa Ki Hajar Dewantoro, maka tanggal kelahiran beliau, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Kalau kita berbicara pendidikan tentunya kita akan menyadari betapa penting dan mahalnya nilai pendidikan. Dan bagi umat Islam, pendidikan merupakan prioritas utama. Pendidikan sesungguhnya amanah Allah SWT kepada setiap orang tua, yang wajib dilaksanakan untuk anak-anaknya, sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Rasulullah SAW telah berwasiat dalam satu hadis beliau yang diriwayatkan oleh Imam Tarmizi. Orang-orang yang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada bersadaqah sebanyak satu sha'. Wasiat Rasulullah SAW tersebut menujukan secara jelas, bahwa orang tua mempunyai tugas dan kewajiban yang harus ditunaikannya, yakni mendidik atau memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

Orang tua yang menelantarkan atau membiarkan pendidikan anak-anaknya sehingga anak-anak itu menjadi pribadi yang tidak terpelajar, terlantar dan bodoh, maka sungguh berdosalah orang tua tersebut karena telah menyia-nyiakan amanat Allah SWT sekaligus meninggalkan generasi penerus yang lemah kondisinya.

Pendidikan sesungguhnya dapat digunakan sebagai tolak ukur perihal maju atau mundurnya suatu negara, tak terkecuali kabupaten dan kota sebagai indikator kinerja sang Bupati atau walikota. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai dan menyediakan pendidikan yang tinggi serta menyerap dan menerapkan ilmu pengetahuan yang juga tinggi bagi sekalian warga negaranya.

Pendidikan ini juga merupakan salah satu satu kunci bagi penjajah belanda untuk terus menerus menancapkan kuku kejam penjajahannya pada bangsa Indonesia. Jika kita ingat, Belanda berusaha sekuat tenaga untuk mempersulit bagi warga negara Indonesia untuk mengenyam bangku pendidikan, sehingga tingkat pendidikan dan pengetahuan mayoritas rakyat Indonesia amat sangat rendah. Dengan demikian Belanda akan terus dapat menjajah dan menginjak-injak harga diri serta kehormatan Indonesia.

Lebih parah lagi, lemahnya kondisi pendidikan dan pengetahuan bangsa Indonesia dikala itu, sehingga bangkitnya kesadaran untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, yang dihembuskan oleh Ki Hajar Dewantoro merupakan seruan yang sangat berarti bagi kemajuan bangsa kita yang tercinta.

Kita harus merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT, serta pula mengucapkan terimakasih kepada para pemimpin bangsa yang telah berusaha keras untuk memajukan pendidikan di negeri kita. Pendirian bangunan sekolah disetiap jenjang pendidikan hingga ke pelosok negeri di tanah air berikut berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah, semisal: Wajib Belajar sembilan tahun, program kejar paket A dan B, program beasiswa dan berbagai program pemerintah lainnya, hendaklah kita sambut dengan antusias dan perasaan syukur kehadirat Ilahi Rabbi.

Sekarang ini dapat kita temukan berbagai kemudahan untuk menuntut dan mencari ilmu bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali, mulai dari kota-kota besar hingga menjangkau ke pelosok negeri yang diadakan pemerintah. Bahkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu selalu juga dipikirkan oleh pemerintah melalui program beasiswa, agar jangan sampai ada ana-anak yang masih usia belajar tidak dapat bersekolah atau menuntut ilmu. Jika masih ada juga terdapat orang tua yang belum atau tidak menyekolahkan anak-anaknya dengan mengemukakan berbagai alasan, maka dapat dikakatakan kesadaran orang tua tersebut untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya masih rendah adanya.

Melaui momentum Hardiknas ini pemerintah mengharapkan peran orang tua murid serta guru untuk memajukan pendidikan putra-putrinya. Dengan adanya pendidikan yang memadai sehingga dapat melahirkan generasi baru yang cerdas dan terpelajar, maka hal itu merupakan modal yang sangat berharga demi kelangsungan pembangunan dan kemajuan bangsa dimasa mendatang.

Generasi baru yang lemah lagi rendah tingkat pendidikannya dan juga tidak punya pengetahuan yang memadai, hanya akan menyebabkan negara menjadi mundur. Mereka kelak bukan menjadi pelaku pembangunan aktif, namun hanya akan menjadi objek dari pihak lain yang akan memanfaatkan kebodohan yang mereka miliki. Bak pantun Minang, sipiciak-buah sipiciak dibungkuih jo daun jilatang, nan cadiak mangguliciak nan bodoh mambayia utang.

Sehubungan dengan peringatan Hardiknas tahun 2013 ini, marilah kita niatkan dan serukan pada diri kita sendiri untuk berperan aktiv dalam usaha mencerdaskan anggota keluarga kita masing-masing, sehingga jika masing-masing diri kita bersatu, maka akan terbentuk satu kesatuan bangsa yang cerdas, terpelajar serta berpengetahuan luas.

Sebagai masing-masing pribadi, hendaklah kita turut serta mensukseskan pembangunan yang tengah gencar-gencarnya dilaksanakan di negeri kita yang tercinta ini. Modal utama untuk itu adalah jika kita mempunyai ilmu, pengetahuan, keahlian serta keterampilan yang memadai yang kesemuanya tidak akan dimiliki jika tidak giat belajar, rajin menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu agama bagi kehidupan kita selanjutnya. Pesan Rasulullah melalui hadis beliau berikut ini: Barang siapa yang menghendaki kebahgian hidup di dunia, maka miliki ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kebahgian di dunia dan di akhirat, maka ia wajib memiliki ilmu. Selamat ber-hari pendidikan nasional, semoga ada hikmahnya.
 
oleh : Agus Mardi
Share this article :

ONLINE PHOTO

 
Support : backhtiar efendi | ANDRE GUSTIAN | tim redaksi Copyright © 2011. SERBA SERBI PESSEL - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger