BATUSANGKAR, serbaserbipessel.com--Ketua
Bappeda Tanah Datar Nuryeddisman mengakui hasil Musrenbang yang
diadakan di masing masing nagari untuk menentukan prioritas pembangunan
di masing masing nagari dan anak nagari sendirilah yang menentukan apa
yang menjadi prioritas pembangunan di Nagarinya.Hal itu disampaikan Ketua Bappeda Nuryeddisman ketika membuka kegiatan Musrenbang Nagari Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab, dan musrenbang ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Sumatera Barat Ir Arkadius Dt Intan Bano, anggota DPRD Tanah Datar wilayah II meliputi Sungai Tarab, Salimpaung, Tanjung Baru, Sungayang, Wakil Ketua DPRD Tanah Datar NZ Dedi , Drs Irman MSi, Kardiman, Dedi Edmon, M Syukur Camat Sungai Tarab, Wali Nagari Sungai tarab dan seluruh tokoh masyarakat di Nagari Sungai Tarab
“Semua kegiatan Musrenbang yang diadakan diseluruh Nagari akan ditindaklanjuti di Musrenbang Kecamatan dan musrenbang Kabupaten dan sekarang sudah ada sekitar 96 persen nagari sudah selesai mengadakan Musrenbang dan semua musrenbang diikuti oleh seluruh anggota DPRD Tanah Datar, dan merekalah yang akan memperjuangkan aspirasi dari daerah yang diwakilinya berdasarkan prioritas nagarinya setelah prioritas tersebut masuk kedalam musrenbang tingkat Kecamatan dan Kabupaten," ucapnya.
Sementara itu anggota DPRD Sumatera Barat Ir Arkadius Dt Intan Bano mengingatkan masyarakat, agar jangan menjadikan musrenbang ini sebagai bentuk kegiatan seremonial dan jangan menganggap hasil ini hanya formalitas, karena itulah kehadiran anggota DPRD dalam musrenbang ini diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya, sehingga masyarakat dan nagarinya tidak apatis terhadap usulan yang dilakukannya
Sedangkan Walinagari Sungai Tarab HS DT Marah Bangso menyebutkan, selama tahun 2012 tercatat Rp 5,6 milyar dana sudah masuk ke Nagari Sungai Tarab baik melalui dana APBD Tanah Datar dan APBD Sumbar, sehingga pihaknya tidak meragukan lagi perjuangan anggota DPRD baik di Tanah Datar maupun di Sumbar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dilaporkan : mal