Home » » Konflik Kaum, Tonggak Surau Jadi Sasaran

Konflik Kaum, Tonggak Surau Jadi Sasaran

Written By Andre Gustian on Rabu, 19 Desember 2012 | 09.51.00

Selasa, 18 Desember 2012 - 23:00:55 WIB

RANAH PESISIR, PESSEL, SS_pessel--Ironis, konflik kaum yang terjadi di Kampung Madarahan Pelangai Kecil, Kanagarian Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, berujung pada pengrusakan Surau (Mushalla, red) milik kaum Datuk Bandaro Padang.

Kejadian tersebut telah dilaporkan kaum Datuk Bandaro Padang kepada pihak Polsek Ranah Pesisir itu, terjadi pada Minggu malam, 9 Desember 2012. Akibat pengrusakan tersebut, dua tonggak Surau Nurul Hikmah roboh.

"Kami menyesalkan perobohan dua tonggak surau tersebut dan mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelakunya," ungkap Marilis, Wakil Datuk Bandaro Padang kepada tim SS_pessel, Minggu (16/12).

Dikatakan Marilis, Surau Nurul Hikmah didirikan kaumnya, karena pihaknya tak lagi diperbolehkan oleh pihak kaum Datuk Biso untuk memakai surau yang lama.

"Dulu kami adalah satu kaum, yaitu kaum suku Melayu dengan datuknya Datuk Biso, tapi sekarang kami telah pula memiliki datuk dari tambi (keturunan nenek) kami sendiri, yaitu Datuk Bandaro Padang," ulasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, di Madarahan Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir ini, kaum suku Melayu memiliki dua tambi, yaitu dari dua ninik (nenek). Tapi, sejak dulu selalu yang jadi datuk adalah Datuk Biso, sedangkan pihak Datuk Bandaro Padang selalu mengalah.

"Kami seakan dianggap bukan "dunsanak" mereka. Maka pada tahun 2007 lalu, kami telah pula mengangkat datuk sendiri, yaitu Datuk Bandaro Padang," ungkapnya.

Pada saat acara doa selamatan, kata Marilis, salah seorang oknum dari kaum Datuk Biso berujar, "karena datuk sudah dua, maka surau harus dua pula," makanya kami mendirikan surau sendiri. Sebab, setelah itu kami tak lagi diperbolehkan memakai surau lama."

Sementara itu, pihak Datuk Biso ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kau pengrusakan mushalla itu adalah urusan internal kaum. "Ini urusan internal kaum kami," ujarnya.

Kapolsek Ranah Pesisir AKP. Syahril ketika dikonfirmasi, Minggu (16/12) melalui Ka. SPKT B Bripka Noviardi membenarkan adanya laporan terkait pengrusakan surau tersebut. Pengrusakan itu dilaporkan oleh sdr. Ervan Mukhtar dengan No. Pol : LP/55/XXII/2012/Sek-Rep tanggal 10 Desember 2012.

"Tapi maaf, saya tak punya wewenang memberikan penjelasan lebih lanjut, dan lagian Kapolsek tidak berada di tempat," ujarnya. (and)
Share this article :

ONLINE PHOTO

 
Support : backhtiar efendi | ANDRE GUSTIAN | tim redaksi Copyright © 2011. SERBA SERBI PESSEL - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger