Jumat, 30 November 2012 - 20:17:18 WIBby : Andre Gustian
PAINAN, PESSEL, SO--Rumah pasangan Yun Japar (51) dengan Guzniar (51), warga jalan Pagaruyuang 3 Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ditinggal pergi ke Palembang berhasil dimasuki kawanan Maling. Uang tunai sebesar Rp700 ribu raib setelah diketahui anak korban, Dian Fitri (25), Kamis (29/11), saat pulang ke rumahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun www.sumbaronline.com, rumah korban di tinggal pergi karena tugas kerja ke Palembang sejak Selasa (27/11) lalu. Kemudian anak korban Dian Fitri juga melaksanakan tugasnya sebagai guru di Indrapura Kecamatan Pancung Soal.
Namun peristiwa ini diketahui setelah Dian Fitri, anak korban pulang ke rumahnya. Karena Dian berprofesi sebagai guru yang mengajar di Indrapura dan pulang ke rumahnya, Kamis (29/11). Kemudian Dian langsung menghampiri rumahnya dan masuk dari pintu belakang.
Dia pun kaget ketika masuk ke rumahnya, setelah melihat kondisi barang-barang dan buku serta kamar tidurnya berantakan. Kawanan maling belum diketahui jumlahnya berhasil masuk rumah korban dengan mencongkel pintu jendela samping kamar.
Kejadian ini langsung dilaporkan Dian ke polisi, Kamis (29/11), sekitar pukul 18.00 WIB, pelapor mengatakan, kronologis kejadiannya. Dimana ketika dia pulang ke rumah dan masuk lewat pintu belakang, karena pintu depan di kunci sama orang tuanya, pelapor terkejut ketika masuk rumah terlihat baju, buku-buku dan tempat tidur, baik lantai atas dan bawah berantakan.
Kemudian dia langsung memeriksa perhiasan milik orang tuanya yang disimpan dilantai atas,seperti kalung, gelang, cincin dan lontin dengan total 7 emas raib. Barang perhiasan tersebut kalau dirupiahkan mencapai Rp8,4 juta. Begitu pula dengan uang tunai sebesar Rp700 ribu berhasil di bawa maling.
Merasa tidak senang hati, Dian langsung keluar rumah untuk melaporkan kejadian ini ke polisi. Namum belum sampai keluar rumah Dian dikagetkan tatkala melihat kotak kecil berukuran 20 x 20 cm terbungkus dengan warna coklat hitam. Bungkusan yang terletak di pot bunga teras rumahnya langsung diangkat di goncang-goncangnya, namun Dian yang baru berumur 25 tahun itu takut dan meletakan kotak kecil itu lagi, kemudian langsung melaporkan ke Polres Pessel.
Setelah mendapatkan laporan dari Dian Fitri, jajaran Polres Pessel langsung menuju lokasi kejadian dengan perlengkapan pengamanan, seperti tong besar berisikan pasir.
Kapolres Pessel AKBP Hariyanto Syafrudin melalui KBO Serse Polres Pessel Ipda Mulyadi mengatakan, setelah dilakukannya olah TKP, dugaan sementara kawanan pencuri masuk lewat pintu jendela dengan cara mencongkel pakai obeng yang sudah disiapkan pelaku.
"Ketika sampai di teras rumah korban, kotak kecil yang terbungkus rapi berwarna coklat hitam segera diangkat dan dimasukan dalam tong untuk dibawah ke lapangan Polres Pessel untuk diidentifikasi isi kotaknya," ungkap Mulyadi.
Namun setelah dilakukan identifikasi, ternyata isi kotak yang ditinggalkan pelaku tersebut bukanlah bom, melainkan semua perhiasan emas seperti kalung, gelang, cincin, lontin serta sepucuk surat yang bertuliskan kata-kata penyesalan oleh pelaku.
"Ngak tahu apa maksud pencuri tersebut meninggalkan perhiasan emas dan menuliskan sepucuk surat yang bertuliskan,"Maaf saya telah berbuat salah rumah bapak ada dewa telah menghantui tidur saya, ampun saya tobat, Allahuakbar," dan hanya membawa kabur uang senilai Rp700 ribu saja.
Kasus ini sedang dalam lidik angota Polres untuk mengembangkan dan memburu kawanan pencuri yang hingga saat ini masih belum diketahui identitas mereka, pungkasnya.