PANGKALAN, serbaserbipessel.com
-- Upaya pencarian Tim SAR Limapuluh Kota, terdiri dari BPBD, TNI,
Polri dan aparatur setempat di Pangkalan Koto Baru akhirnya membuahkan
hasil. Tepat dalam jarak 300 – 400 meter tubuh Ujang Labuak (60) yang sejak Minggu (24/3) sekitar 17.15 WIB lesap dibawa arus sungai Batang Mahat Pangkalan, akhirnya ditemukan Tim yang melihat kepala korban mencuat ke atas sungai langsung menjemput tubuh Ujang Labuak, sang petani yang naas ini.
Kapolsek Pangkalan Iptu Ricky Pranata Vivaldi menginformasikan, bahwa mayat Ujang Labuak langsung dibawa ke Puskesmas Pangkalan guna dibersihkan. Sebab kematian yang memang dihanyutkan arus sungai, akan dimintakan surat keterangan untuk tidak divisum kepada keluarga korban.
”Sekitar pukul 11.00 WIB Hari Selasa tanggal 26 Maret 2013, korban Ujang Labuak umur 60 tahun telah ditemukan oleh Tim Pencari. Korban di posisi kepala muncul ke atas permukaan sungai. Kita angkat, kita bawa dengan ambulance ke Puskesmas. Kini sedang dibersihkan di sana,” ujar Iptu Ricky sesaat sesudah korban Ujang Labuak warga Jorong Mudiak Pasar, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang naas ini ditemukan.
Raungan dan pekikan histeris keluarga cukup menghebohkan. Keluarga petani turun temurun ini tidak kuasa melihat suami, bapak, dan paman ini telah berpulang. Informasinya, Ujang Labuak adalah ahlinya berenang di Batang Mahat. Bagaimanapun kondisi sungai, sejak muda ia selalu menyeberang di sana.
Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah nasib Ujang Labuak yang ahli berenang. Arus deras Batang Mahat di Pangkalan yang lebarnya 25 meter ini akhirnya merenggut nyawanya. Sudah dua hari Ujang Labuak ditenggelamkan Batang Mahat. Ditemukan dalam jarak 300-400 meter dari lokasi awal ia terlihat hanyut dan tenggelam.
Dua Hari
Sebelumnya, juga diberitakan bahwa Ujang Labuak (60) hanyut saat sampai di tengah sungai yang lebar itu, Minggu (24/3) sekitar 17.15 WIB, 2 hari yang lalu.
"Sebab hanyutnya belum bisa kita pastikan. Anggota kita, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tim SAR serta aparat lainnya sedang berada di lokasi, tak jauh dari Statika. Kini, kami istirahat sejenak dulu, sebab Maghrib," ungkap Kapolsek Pangkalan Iptu Ricky Vivaldi waktu itu.
Ujang Labuak yang ahli berenang ini memang bernasib naas. Ia hanyut terbawa arus.
Pria ini menyeberangi Batang Mahat yang lebarnya 25 meter. Camat Pangkalan Koto Baru, Yatmiko mengatakan dari lokasi kejadian di kawasan Pulau Langkan, Koto Panjang, Pangkalan bahwa arus sungai memang sedang derasnya. Hanya saja, di lokasi tidak hujan, alias masih cerah.
"Barangkali di hulu sungai sedang hujan lebat. Arus benar-benar kuat," ujar Yatmiko.
Saat itu, sedang berupaya menyisir dari tepi sungai, aparat kepolisian, TNI, BPBD Limapuluh Kota, Wali Nagari, Wali Jorong serta masyarakat sekitar. Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh kabar apakah Ujang sudah ditemukan atau belum.
Penyebab hanyutnya Ujang, dikatakan Yatmiko, sampai saat ini masih sebab menyeberang sungai sekembali dari ladang. "Itu saja," katanya.
laporkan : Dodi Syahputra