
PARITMALINTANG, SS_pessel--Kekurangan secara fisik ternyata bukanlah kemalangan permanen. Sebab, manusia tidak hidup sendirian. Asal mau berusaha dan berdoa, niscaya Tuhan akan melengkapi kekurangan itu dengan cara yang mungkin tidak terduga.
Yusri (40 tahun) secara fisik mungkin terlihat sebagai perempuan malang. Pertumbuhannya tidak normal. Selain itu, ia kesulitan beraktivitas lantaran kedua kakinya mengecil. Akibatnya, dia kemungkinan menjadi beban keluarga.
Akan tetapi, Jumat (25/1) pagi, senyum Yusri tampak membayangi wajahnya. Hari itu, dia menjadi tamu yang menyedot perhatian banyak pejabat dan staf Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman yang mengikuti Wirid Mingguan di aula kantor bupati.
Usai pelaksanaan wirid, protokol memberitahukan ada acara tambahan, yakni penyerahan satu unit kursi roda kepada Yusri. Maka, beberapa staf Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) terlihat memapah seorang perempuan maju ke bagian depan ruangan aula. Satu kardus besar pun sudah menanti.
Kardus berisi seperangkat kursi roda itu diserahkan Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Damsuar kepada Yusri. Banyak orang tampak terharu menyaksikan momen itu, tak terkecuali Kepala Dinsosnaker Drs Yujasril Raza yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Delfiresta S Sos.
Menjawab pertanyaan wartawan www.sumbaronline.com, Yujasril menjelaskan, kursi roda itu merupakan bantuan Kementerian Sosial RI yang disalurkan melalui Dinsosnaker. "Bantuan sosial (bansos) ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga penyandang cacat," ujarnya.
Sekitar satu jam kemudian, bertempat di ruangan kerjanya, Bupati Ali Mukhni juga menyerahkan bantuan Kementerian Sosial kepada sepuluh mantan narapidana, masing-masing menerima tujuh juta rupiah. Menurut Yujasril Raza kepada www.sumbaronline.com, bantuan itu diharapkan menjadi modal kerja bagi para mantan napi setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dilaporkan: ZT