PAINAN
— Wakil Bupati, H. Editiawarman mengungkapkan, Pesisir Selatan memiliki
delapan sektor andalan yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
KEBANGGAAN
‘’Delapan sektor itu adalah pertanian, pariwisata, peternakan,
perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan industri,’’ sebut
Editiawarman menjawab pertanyaan Singgalang usai menyerahkan bantuan
kebakaran di Labuhan, Kecamatan Ranah Pesisir, Kamis pekan lalu.
Dijelaskan, pada sektor perkebunan, Pessel memiliki banyak komoditi yang
bisa dikembangkan sesuai kesuburan dan lahan yang dimiliki. Kelapa
sawit misalnya, merupakan salah satu komoditi yang sudah berkembang
sejak 20 tahun terakhir. Pada mulanya, pengembangan dilakukan di
Kecamatan Pancung Soal dan Lunang Silaut.
Melihat pekembangannya
cukup bagus dan berpotensi menghidupkan perekonomian masyarakat, maka
perluasan pengembangan sawit dilakukan pada keca matan lainnya. Kini,
perkebunan kelapa sawit juga terdapat di Kecamatan Sutera, Lengayang,
Basa Ampek Balai Tapan dan Batang Kapas.
Khusus perkebunan, saat ini
luas areal yang sudah ditanami mencapai 85.000 hektare yang didominasi
oleh komoditi kelapa sawit. Komoditi lain adalah gambir di Kecamatan
Koto XI Tarusan, Batang Kapas, Sutera, Basa Ampek Balai Tapan dan IV
Jurai.
Sedangkan perkebunan karet dan kakao tersebar di 15
kecamatan. Sektor pertanian, Pessel memiliki luas lahan produktif
sekitar 47.838 hektare. Beberapa tahun terakhir, produksi gabah terjadi
kenaikan mencapai 5 persen, sehingga Pessel memperoleh penghargaan dari
pemerintah pusat.
Sektor industri rumah tangga, ada kelompok
pengrajin sulaman bayangan sebanyak 13 kelompok. Dua belas diantaranya
berada di Barung-barung Belantai, Keca matan Koto XI Tarusan dan satu
kelompok di Kecamatan IV Jurai.
Pada sektor pariwisata, daerah ini
memiliki wisata alam, bahari, budaya dan kuliner. Wisata bahari adalah
panorama pantai dan alam bawah laut. Demikian pula dengan sektor
pertambangan. Potensi tambang yang bisa digali salah satunya batu bara.
(214)
PAINAN
— Wakil Bupati, H. Editiawarman mengungkapkan, Pesisir Selatan memiliki
delapan sektor andalan yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
KEBANGGAAN
‘’Delapan sektor itu adalah pertanian, pariwisata, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan industri,’’ sebut Editiawarman menjawab pertanyaan Singgalang usai menyerahkan bantuan kebakaran di Labuhan, Kecamatan Ranah Pesisir, Kamis pekan lalu.
Dijelaskan, pada sektor perkebunan, Pessel memiliki banyak komoditi yang bisa dikembangkan sesuai kesuburan dan lahan yang dimiliki. Kelapa sawit misalnya, merupakan salah satu komoditi yang sudah berkembang sejak 20 tahun terakhir. Pada mulanya, pengembangan dilakukan di Kecamatan Pancung Soal dan Lunang Silaut.
Melihat pekembangannya cukup bagus dan berpotensi menghidupkan perekonomian masyarakat, maka perluasan pengembangan sawit dilakukan pada keca matan lainnya. Kini, perkebunan kelapa sawit juga terdapat di Kecamatan Sutera, Lengayang, Basa Ampek Balai Tapan dan Batang Kapas.
Khusus perkebunan, saat ini luas areal yang sudah ditanami mencapai 85.000 hektare yang didominasi oleh komoditi kelapa sawit. Komoditi lain adalah gambir di Kecamatan Koto XI Tarusan, Batang Kapas, Sutera, Basa Ampek Balai Tapan dan IV Jurai.
Sedangkan perkebunan karet dan kakao tersebar di 15 kecamatan. Sektor pertanian, Pessel memiliki luas lahan produktif sekitar 47.838 hektare. Beberapa tahun terakhir, produksi gabah terjadi kenaikan mencapai 5 persen, sehingga Pessel memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat.
Sektor industri rumah tangga, ada kelompok pengrajin sulaman bayangan sebanyak 13 kelompok. Dua belas diantaranya berada di Barung-barung Belantai, Keca matan Koto XI Tarusan dan satu kelompok di Kecamatan IV Jurai.
Pada sektor pariwisata, daerah ini memiliki wisata alam, bahari, budaya dan kuliner. Wisata bahari adalah panorama pantai dan alam bawah laut. Demikian pula dengan sektor pertambangan. Potensi tambang yang bisa digali salah satunya batu bara. (214)
KEBANGGAAN
‘’Delapan sektor itu adalah pertanian, pariwisata, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan industri,’’ sebut Editiawarman menjawab pertanyaan Singgalang usai menyerahkan bantuan kebakaran di Labuhan, Kecamatan Ranah Pesisir, Kamis pekan lalu.
Dijelaskan, pada sektor perkebunan, Pessel memiliki banyak komoditi yang bisa dikembangkan sesuai kesuburan dan lahan yang dimiliki. Kelapa sawit misalnya, merupakan salah satu komoditi yang sudah berkembang sejak 20 tahun terakhir. Pada mulanya, pengembangan dilakukan di Kecamatan Pancung Soal dan Lunang Silaut.
Melihat pekembangannya cukup bagus dan berpotensi menghidupkan perekonomian masyarakat, maka perluasan pengembangan sawit dilakukan pada keca matan lainnya. Kini, perkebunan kelapa sawit juga terdapat di Kecamatan Sutera, Lengayang, Basa Ampek Balai Tapan dan Batang Kapas.
Khusus perkebunan, saat ini luas areal yang sudah ditanami mencapai 85.000 hektare yang didominasi oleh komoditi kelapa sawit. Komoditi lain adalah gambir di Kecamatan Koto XI Tarusan, Batang Kapas, Sutera, Basa Ampek Balai Tapan dan IV Jurai.
Sedangkan perkebunan karet dan kakao tersebar di 15 kecamatan. Sektor pertanian, Pessel memiliki luas lahan produktif sekitar 47.838 hektare. Beberapa tahun terakhir, produksi gabah terjadi kenaikan mencapai 5 persen, sehingga Pessel memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat.
Sektor industri rumah tangga, ada kelompok pengrajin sulaman bayangan sebanyak 13 kelompok. Dua belas diantaranya berada di Barung-barung Belantai, Keca matan Koto XI Tarusan dan satu kelompok di Kecamatan IV Jurai.
Pada sektor pariwisata, daerah ini memiliki wisata alam, bahari, budaya dan kuliner. Wisata bahari adalah panorama pantai dan alam bawah laut. Demikian pula dengan sektor pertambangan. Potensi tambang yang bisa digali salah satunya batu bara. (214)
