PESSEL, SS_pessel--Posisi dan kondisi geografis Kab Pessel yang khas dan unik, berbukit-bukit dan memiliki banyak sungai menjadi tantangan tersendiri bagi rakyat untuk membangun kehidupannya. Sementara pantai yang dipunyai Pessel yang begitu panjang juga begitu menarik buat jadi lokasi pemukiman. Maka dari sinilah kehidupan rakyat dibentang
Kegemaran kolektif ini secara umum bagian dari naluri masyarakat pesisir. Pantai bagi masyarakat yang memilih berdiam disitu, disamping ladang menggali nafkah juga tempat yang mengasyikkan untuk ditinggali.
Bahkan mayoritas penduduk Pessel senang bermukim dikedua lokasi itu kalau tidak dipinggir pantai ya pinggir sungai.
Maka tidak heran jika mayoritas penduduk Pessel lebih memilih berdomisili di sekitar Pantai. Dari sisi ekonomi lebih menjanjikan untuk bertahan hidup.Begitu pula daerah aliran sungai (DAS) juga jadi tempat tinggal favorit, tanahnya yang subur dan gembur cocok dikembangkan jadi lahan pertanian.
Disamping itu sungai menyediakan begitu banyak kekayaan yang bisa digali, kandungan ekonomis sungai yang melimpah, pasir, batu, emas dan energi terbarukan hingga penyediaan irigasi menjadi alasan masyarakat memilih DAS bagi pemukiman.
Sementara itu fungsi sungai yang amat vital bagi kehidupan. Bahkan sejarah dan peradaban besar diduniapun ternyata bermula dari sungai. Sungai Mekong misalnya. Maka tidak heran penduduk Pessel membentuk kebudayaan mereka dari tepi sungai.
Maka jika mereka melintasi sungai sepanjang zaman itu bukanlah kesusahan bagi mereka justru bagian dari ritme hidup yang dilakoni, mereka tidak pernah merasa terancam, bahkan tidak ada istilah menyabung nyawa.
Perlu dimengerti tugas negara atau pemerintah salah satunya menyediakan infrastruktur baik jalan maupun jembatan, tetapi tetap saja hingga hari ini karena keterbatasan sumber dana pemerintah, masih banyak jembatan yang belum dapat dibangun.
Tetapi kedepan seiring dengan kemajuan dan perkembangan pembangunan kebutuhan jembatan akan terus dipacu, semuanya butuh jembatan tentu ada skala prioritas, tergantung nanti tingkat kebutuhan atau urgensinya.
Tidak heran jika kemudian hampir separoh masyarakat Pessel bermukim didua lokasi ini, pantai dan sungai.Disatu sisi kedua tempat itu sangat menjanjikan bagi aktivitas kehidupan masyarakat, namun disisi bersebrangan lokasi itu juga mengundang bahaya.
Gempa bumi disertai stunami akhir-akhir ini jadi isu yang menarik disimak karena bagi sebagian besar masyarakat yang berdomisili di Pantai masuk zona merah dan berbahaya.
Zona merah jelas zona yang berbahaya untuk ditinggali, merelokasi penduduk dari Pantai jelas bukan pilihan mudah karena akan menjauhkan mereka dari sumber kehidupan.
Maka cara yang dianggap realistis adalah menyediakan shelter untuk berjaga-jaga dari ancaman bahaya.Menindaklanjuti kesiapsiagaan itu pemerintah membangun shelter-shelter didaerah sekitar pantai yang bisa dijangkau dengan mudah sehingga jadi tempat evakuasi yang mudah praktis dan multiguna.
Namun, jumlah shelter yang dibangun sangat terbatas karena bea untuk membangun tempat evakuasi itu butuh anggaran yang tidak sedikit, terlebih jika dihitung kebutuhan shelter bagi penduduk Pessel yang terdampak.
Maka, penduduk yang tinggal didaerah rawan seperti pantai mesti siaga setiap saat karena ancaman gempa datang tiba-tiba, dengan memanfaatkan ketinggian atau daerah perbukitan yang ada.Fakta ini jadi salah satu misi besar Pemkab Pessel untuk bersama masyarakat meminimalisir dampak yang bakal terjadi caranya, siaga.
Kegemaran kolektif ini secara umum bagian dari naluri masyarakat pesisir. Pantai bagi masyarakat yang memilih berdiam disitu, disamping ladang menggali nafkah juga tempat yang mengasyikkan untuk ditinggali.
Bahkan mayoritas penduduk Pessel senang bermukim dikedua lokasi itu kalau tidak dipinggir pantai ya pinggir sungai.
Maka tidak heran jika mayoritas penduduk Pessel lebih memilih berdomisili di sekitar Pantai. Dari sisi ekonomi lebih menjanjikan untuk bertahan hidup.Begitu pula daerah aliran sungai (DAS) juga jadi tempat tinggal favorit, tanahnya yang subur dan gembur cocok dikembangkan jadi lahan pertanian.
Disamping itu sungai menyediakan begitu banyak kekayaan yang bisa digali, kandungan ekonomis sungai yang melimpah, pasir, batu, emas dan energi terbarukan hingga penyediaan irigasi menjadi alasan masyarakat memilih DAS bagi pemukiman.
Sementara itu fungsi sungai yang amat vital bagi kehidupan. Bahkan sejarah dan peradaban besar diduniapun ternyata bermula dari sungai. Sungai Mekong misalnya. Maka tidak heran penduduk Pessel membentuk kebudayaan mereka dari tepi sungai.
Maka jika mereka melintasi sungai sepanjang zaman itu bukanlah kesusahan bagi mereka justru bagian dari ritme hidup yang dilakoni, mereka tidak pernah merasa terancam, bahkan tidak ada istilah menyabung nyawa.
Perlu dimengerti tugas negara atau pemerintah salah satunya menyediakan infrastruktur baik jalan maupun jembatan, tetapi tetap saja hingga hari ini karena keterbatasan sumber dana pemerintah, masih banyak jembatan yang belum dapat dibangun.
Tetapi kedepan seiring dengan kemajuan dan perkembangan pembangunan kebutuhan jembatan akan terus dipacu, semuanya butuh jembatan tentu ada skala prioritas, tergantung nanti tingkat kebutuhan atau urgensinya.
Tidak heran jika kemudian hampir separoh masyarakat Pessel bermukim didua lokasi ini, pantai dan sungai.Disatu sisi kedua tempat itu sangat menjanjikan bagi aktivitas kehidupan masyarakat, namun disisi bersebrangan lokasi itu juga mengundang bahaya.
Gempa bumi disertai stunami akhir-akhir ini jadi isu yang menarik disimak karena bagi sebagian besar masyarakat yang berdomisili di Pantai masuk zona merah dan berbahaya.
Zona merah jelas zona yang berbahaya untuk ditinggali, merelokasi penduduk dari Pantai jelas bukan pilihan mudah karena akan menjauhkan mereka dari sumber kehidupan.
Maka cara yang dianggap realistis adalah menyediakan shelter untuk berjaga-jaga dari ancaman bahaya.Menindaklanjuti kesiapsiagaan itu pemerintah membangun shelter-shelter didaerah sekitar pantai yang bisa dijangkau dengan mudah sehingga jadi tempat evakuasi yang mudah praktis dan multiguna.
Namun, jumlah shelter yang dibangun sangat terbatas karena bea untuk membangun tempat evakuasi itu butuh anggaran yang tidak sedikit, terlebih jika dihitung kebutuhan shelter bagi penduduk Pessel yang terdampak.
Maka, penduduk yang tinggal didaerah rawan seperti pantai mesti siaga setiap saat karena ancaman gempa datang tiba-tiba, dengan memanfaatkan ketinggian atau daerah perbukitan yang ada.Fakta ini jadi salah satu misi besar Pemkab Pessel untuk bersama masyarakat meminimalisir dampak yang bakal terjadi caranya, siaga.